Sosialisasi Bahaya Pernikahan Anak di Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat Indramayu


Sosialisasi bahaya pernikahan anak yang diselenggarakan di Desa Dadap merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKM di Desa Dadap. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan edukasi pada masyarakat akan berbagai dampak negatif yang potensial akan muncul manakala terjadi pernikahan anak baik dari aspek kesehatan fisik anak, ekonomi, maupun sosial. tingkat pernikahan anak yang cukup tinggi di Indramayu tampak pada angka dispensasi atas pernikahan anak yang dilkeluarkan oleh pengadilan agama Indramayu yakni pada tahun 2016 sebanyak 354, dan pada tahun 2017 sebanyak 287 (sumber : kompas.com). Pernikahan anak menjadi fenomena gunung es, dimana angka sebenarnya mungkin jauh lebih besar dari data resmi yang terdaftar pada pengadilan agama Indramayu.

Berdasarkan UU No. 35 tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor. 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, pasal 1 ayat (1) “anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan”. Melalui sosialisasi ini orang tua dan masyarakat diberikan pemahaman bahwa meskipun anak mereka sudah berusia tujuh belas tahun, namun berdasarkan undang-undang perlindungan anak, mereka masih masuk kategori anak dengan semua hak yang melekat pada anak baik terkait pendidikanm, perlindungan, dan lainnya. Berbagai penyebab pernikahan anak antara lain persoalan kemiskinan, menghindari zina, dan pergaulan bebas yang dilakukan anak yang menimbulkan kehamilan diluar pernikahan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, orang tua dan masyarakat didorong untuk lebih memperhatikan pergaulan anak mereka, karena salah satu penyebab utama pernikahan anak dewasa ini terjadi karena pergaulan anak yang terlalu bebas yang menimbulkan kehamilan diluar pernikahan. Disamping itu, orang tua dan masyarakat diedukasi mengenai hak-hak anak khususnya untuk mendapatkan pendidikan dan memiliki pilihan bebas untuk memiliki dan mewujudkan cita-cita mereka, sehingga orang tua tidak merampas hak anak-anak mereka, dan berupaya untuk memenuhi tanggung jawab mereka sebagai orang tua untuk memenuhi hak anak-anak mereka. (Nunung Nurjanah)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Share Sosialisasi Bahaya Pernikahan Anak di Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat Indramayu via
©2017 - 2020 stkipdharma.ac.id, All Rights Reserved