Wisuda STKIP PADHAKU Sukses di Gelar


 

Wisuda ke-II STKIP Pangeran Dharma Kusuma Segeran Juntinyuta Indramayu yang dilaksanakan Rabu, 27 Februari 2019 sekaligus Harlah Yayasan Ibu Hajah Khodidjah ke-38. Dalam sambutannya Ketua Pelaksana Harlah Yabujah ke-38 Miftahul Fatah mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi setiap perguruan tinggi baik dalam ilmu pengetahuan maupun menghasilkan lulusan, semakin hari semakin berat. Berat karena tidak hanya dihadirkan oleh dinamika ilmu pengetahuan atau makin ketatnya penerimaan market terhadap lulusan yang dihasilkan perguruan tinggi, melainkan tantangan yang lahir dari kompetisi perguruan tinggi sendiri guna menjadi lembaga pendidikan terbaik dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan mencetak para sarjana.

Alhasil berbagai tantangan yang dihadirkan menuntut setiap perguruan tinggi, terutama Perguruan Tinggi Pangeran Dharma Kusuma, untuk terus berikhtiar menjadi perguruan tinggi yang memiliki marwah dalam pengembangan tradisi kajian keislaman dan ilmu pengetahuan, termasuk mencetak lulusan-lulusan terbaik untuk berkarya di berbagai bidang profesi dan keilmuan.

Sedangkan Ketua STKIP Pangeran Dharma Kusuma Taufik Zaenal Mustofa dalam sambutannya menegaskan terkait tantangan dan kebutuhan pengembangan ke depan, di awal tahun ini, Perguruan Tinggi Pangeran Dharma Kusuma menyelenggarakan rapat kerja guna memadupadankan rencana dan program kerja yang akan ditempuh sepanjang tahun ini, termasuk kaitannya dengan program-program kerja pada masa mendatang. Pada kesempatan tersebut, kita menyepakati tagline Perguruan Tinggi Pangeran Dharma Kusuma, menjadikan perguruan Tinggi yang unggul dan kompetitif di Jawa Barat, ke depan semoga ada harapan dan ikhtiar menuju kampus yang globalityautonomy, dan humanity atau globalitas, kemandirian, dan kemanusiaan.

Tagline ini mencerminkan usaha kita mengembangkan Perguruan Tinggi Pangeran Dharma Kusuma sebagai destinasi kajian keislaman dan ilmu kependidikan. Sebagai lembaga pendidikan tinggi keislaman dan keilmuan, kita tidak ingin Perguruan Tinggi Pangeran Dharma Kusuma hanya menjadi perguruan tinggi biasa-biasa saja. Lebih dari itu, kita ingin, Perguruan Tinggi Pangeran Dharma Kusuma tampil di peta akademik global karena tradisi keilmuan dan mutu lulusan dalam bidang keagamaan dan pendidikan yang direkognisi publik. Berangkat dari dinamika tantangan yang dihadapi, maka pada aspek globality, Perguruan Tinggi Pangeran Dharma Kusuma ingin mengokohkan diri sebagai salah satu jejaring penting dalam tradisi kajian keislaman dan pengetahuan global. Pengokohan dilakukan dengan memperkuat tradisi akademik dan publikasi riset karya sivitas Perguruan Tinggi Pangeran Dharma Kusuma  di berbagai jurnal nasional-internasional bereputasi. Hal ini merupakan aspek penting dalam mengokohkan rekognisi global atas Perguruan Tinggi Pangeran Dharma Kusuma  sebagai jejaring tradisi kajian keislaman dan pengetahuan dunia. Di Kampus Kita juga sudah ada yang melakukan terebosan itu seperti ibu Dr. Eva Nur Arovah M.Hum, dan Ketua Prodi Pendidikan Sejarah semoga Sahabat Wayan bisa menginspirasi dosen-dosen yang lain juga untuk giat menulis di Jurnal.

Untuk itu, di tahun ini, Perguruan Tinggi Pangeran Dharma Kusuma  melaksanakan sejumlah program yang diharap mampu mengokohkan ikhtiar penguatan tradisi akademik. Salah satu diantaranya adalah peluncuran program penguatan kualitas dan profesi dosen. Diketahui, kehadiran dosen pada sebuah lembaga pendidikan tinggi, merupakan aset utama dalam pengembangan bidang keilmuan.

Selain itu, kita juga masih akan melanjutkan program visiting dosen dan research fellowship  dengan harapan semua dosen kita untuk mengajar dan meneliti bisa memberikan kontribusi untuk masyarakat, khususnya masyarakat Indramayu.. Sebaliknya, melalui skema yang sama, kita juga akan mengundang profesor dan dosen-peneliti terpilih dari berbagai kampus terbaik di Indonesia mengisi seminar dan kajian ilmiah di kampus kami. Tidak hanya publikasi, melalui penguatan tradisi akademik yang progres dengan ditandai grafik yang menaik melalui skema research fellowship, amat diharapkan kita mampu mengembangkan nalar keilmuan yang lebih progresif dan maju.

Sedangkan KH. Abas Abdul Djalil selaku ketua Yayasan Yabujah menegaskan jangan campur adukan nilai-nilai akedemik dengan politik. Di kampus putih semua bendera apappun boleh masuk namun harus leburmenjadi putih, maka orang menyebutnya kampus putih. Inilah nilai landasan sifat Pangeran Dharma Kusuma sejatinya. Imbuh KH. Abas dalam sambutannya Yayasan Yabujah menggelar acara satu minggu penuh di isi dengan santunan yatim piatu, jalan sehat untuk umum, pengobaan gratis, rakor guru dan dosen, wisuda yang berbarengan dengan visitasi akreditasi prodi dan acara diakhiri dengan gembar nada dan dakwah. Alhamdulillah acara berjalan lancar.

Dengan iringan do’a semoga Allah SWT yang  Maha  Memiliki  Ilmu,  Maha  Pencipta, dan Maha Pemelihara kepentingan segenap umat manusia, senantiasa menganugerahkan bimbingan dan petunjuk-Nya kepada kita semua dalam memantapkan peran dan kontribusi Perguruan Tinggi Pangeran Dharma Kusuma Segeran Juntinyuat Indramayu untuk mewujudkan kehidupan sosial dan spiritual bangsa Indonesia yang lebih baik, kini dan esok hari. (Wayan.docnu)

 

 

 

 

Share Wisuda STKIP PADHAKU Sukses di Gelar via
©2017 - 2020 stkipdharma.ac.id, All Rights Reserved